WTN Summit TIME, Perkuat Posisi Bali di Panggung Global
World Tourism Network (WTN) Summit TIME merupakan acara penting yang diselenggarakan oleh Bali Tourism Board dan Renaissance Hotel Uluwatu, Bali pada 29–30 September 2023. KTT ini bertujuan meningkatkan kerja sama pariwisata global.
Program ini secara khusus mencakup acara jejaring yang fokus pada perusahaan perjalanan skala kecil dan menengah (SME). Tujuannya adalah membantu mereka berkolaborasi dan bersaing secara efektif di pasar dunia.
Melalui diskusi meja bundar interaktif, KTT ini memperkenalkan peluang yang belum pernah ada kepada agen perjalanan dan operator tur. Ini juga melibatkan perencana pertemuan (Meeting Planners) yang hadir.
Fokus Diskusi: Keamanan, Budaya, dan Tantangan Global
WTN Summit TIME adalah ajang diskusi global pertama yang membahas serangkaian topik penting dan komprehensif. Isu-isu ini sangat relevan dengan masa depan industri pariwisata.
Topik yang dibahas mencakup Keselamatan, Keamanan, dan peluang baru seperti Wisata Medis. Isu perjalanan keluarga terbesar ke Bali juga menjadi fokus utama dalam agenda.
Sesi-sesi khusus membahas pasar keluar (outbound) dan masuk (inbound) Indonesia, serta pentingnya pariwisata budaya. Pertukaran global wilayah budaya kecil di dunia juga menjadi perhatian.
Masalah global seperti perubahan iklim dan penanganan sampah juga masuk dalam daftar pembahasan komprehensif. Diskusi ini bertujuan mencari langkah-langkah komprehensif dan layak untuk diterapkan.
Komitmen Pemerintah dan Nilai Kemanusiaan Bali
Fadjar Hutomo, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, menegaskan pentingnya pariwisata yang dikelola dari sisi positif. Hal ini untuk mengantisipasi dampak negatif bagi konsumen.
Fadjar menekankan bahwa Bali harus dipastikan menjadi destinasi pariwisata yang aman dan nyaman. "Wisata saja tidak cukup tanpa keamanan," katanya, mengutip pentingnya keselamatan (safety).
Ia menegaskan bahwa Bali tidak hanya dilihat dari keindahan alam dan seni budayanya semata. Sektor pendukung lainnya diperlukan untuk meningkatkan citra kepariwisataan Pulau Dewata.
Fadjar memastikan komitmen pemerintah untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas. Ini penting untuk terus mendatangkan wisatawan tanah air dan mancanegara.
Pilar Sukses Pariwisata: Orang Bali dan Budaya
Presiden WTN, Dr. Peter Tarlow, memberikan pandangan mendalam mengenai keberhasilan pariwisata Bali. Menurutnya, kesuksesan bukan hanya pada keindahan alam dan hotel yang bagus.
Dr. Tarlow menegaskan bahwa katalis sejati yang membuat Bali berhasil adalah orang Bali itu sendiri dan budayanya. Budaya adalah daya tarik yang tak tergantikan.
"Jika tidak ada orang Bali, tidak ada budaya Bali," ujarnya. Oleh karena itu, konsentrasi utama dalam pengembangan pariwisata harus selalu kembali kepada masyarakat Bali.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa aspek manusia dan kearifan lokal adalah aset terbesar. Budaya adalah warisan tak ternilai yang menjamin pariwisata Bali tetap unik dan berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM dan Visi Hub Kreatif Dunia
Penyelenggaraan WTN Summit secara signifikan memperkuat jalinan kesatuan antara kepariwisataan dengan dunia usaha. Fokusnya adalah pada sektor usaha kecil dan menengah (UMKM).
Ketua WTN Indonesia, Mudi Astuti, menjelaskan bahwa hampir 90% sektor UMKM terkoneksi dengan dunia kepariwisataan. Oleh karena itu, pemberdayaan mereka adalah kunci.
Para praktisi kepariwisataan dari 133 negara berkumpul untuk mendiskusikan langkah komprehensif. Tujuan mereka adalah tercapainya tata kelola kepariwisataan yang lebih baik di Bali.
Harapannya, KTT ini dapat memberikan masukan dan sumbang saran demi mempercepat tercapainya kualitas pariwisata Indonesia yang berkelanjutan (quality and sustainable tourism). Hal ini terutama yang lebih memberdayakan potensi sektor UMKM.
DATE
29 September 2023 - 01 October 2023