Surakarta Jadi Tuan Rumah Sukses Gelaran 28th SEAPAVAA Conference 2024
Kota Surakarta, Jawa Tengah, kembali mencatat sejarah penting di tingkat internasional. Melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Indonesia sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan 28th Southeast Asia-Pacific Audiovisual Archives Association (SEAPAVAA) Conference dan General Assembly 2024 yang berlangsung pada 9 hingga 14 Juni 2024 di The Sunan Hotel Solo.
Konferensi bergengsi ini menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya kegiatan internasional di bidang arsip audiovisual dilaksanakan di Kota Surakarta. Sebelumnya, Indonesia telah dua kali menjadi tuan rumah SEAPAVAA, yakni pada tahun 1997 di Jakarta dan 2009 di Bandung dan Jakarta.
Mengangkat Tema “Navigating New Horizons in Audiovisual Archiving”
Mengusung tema “Navigating New Horizons in Audiovisual Archiving”, konferensi ini membahas berbagai tantangan dan peluang baru dalam pengelolaan arsip audiovisual di era digital. Tema ini menyoroti pentingnya inovasi, ketahanan, dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta isu perubahan iklim dan keberlanjutan.
Melalui forum ini, para peserta diajak untuk menavigasi “cakrawala baru” dunia pengarsipan yang kini berkembang pesat dengan hadirnya teknologi canggih dan kerja sama kreatif antara lembaga arsip, industri kreatif, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dihadiri 1.600 Peserta dari Berbagai Negara
Konferensi SEAPAVAA 2024 di Surakarta dihadiri oleh sekitar 1.600 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia dan Pasifik. Para peserta terdiri atas profesional arsip audiovisual, pembuat film, akademisi, perwakilan pemerintah, sektor swasta, serta organisasi non-pemerintah (NGO).
Kegiatan ini diselenggarakan dalam format hybrid, menggabungkan pertemuan tatap muka dan daring untuk memperluas jangkauan partisipasi internasional.
Rangkaian acara selama enam hari meliputi SEAPAVAA Executive Council Meeting, workshop, opening ceremony, symposium, Welcome Dinner & Archival Gems Screening, General Assembly, serta kunjungan kelembagaan dan budaya ke Studio Lokananta dan Candi Prambanan untuk menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet.
Acara ditutup dengan Farewell Dinner yang menjadi simbol persaudaraan dan kerja sama berkelanjutan antarnegara di kawasan Asia-Pasifik.
Menguatkan Kolaborasi Regional di Bidang Arsip Audiovisual
SEAPAVAA sebagai asosiasi profesional di bidang arsip audiovisual telah menjadi wadah strategis bagi berbagai institusi dan individu di Asia dan Pasifik untuk memperkuat jaringan kerja, berbagi keahlian, serta meningkatkan kapasitas kelembagaan.
Dalam konferensi kali ini, Indonesia melalui ANRI berkomitmen memperkuat kolaborasi antarnegara dalam pengelolaan arsip audiovisual yang berkelanjutan, transparan, dan berbasis teknologi. Forum ini juga menjadi ajang untuk membangun kerja sama baru antara lembaga arsip dan sektor industri kreatif, guna mendorong pemanfaatan arsip audiovisual sebagai sumber pengetahuan dan identitas budaya bangsa.
Meningkatkan Citra Surakarta sebagai Kota Budaya dan Konferensi Internasional
Penyelenggaraan SEAPAVAA 2024 turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian lokal di Surakarta. Dengan hadirnya ribuan peserta dari berbagai negara, industri perhotelan, kuliner, dan UMKM turut mengalami peningkatan aktivitas ekonomi. Hotel-hotel di sekitar lokasi acara mengalami tingkat okupansi tinggi, sementara pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia transportasi, pengrajin batik, hingga pedagang oleh-oleh ikut merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang.
Selain menjadi ajang ilmiah dan profesional, konferensi ini juga menjadikan Kota Surakarta sebagai destinasi unggulan untuk konferensi internasional (MICE) yang berakar pada budaya. Kehadiran para delegasi di Studio Lokananta sebagai studio rekaman legendaris Indonesia menjadi simbol pentingnya pelestarian arsip suara dan sejarah musik tanah air di tengah kemajuan teknologi global. Momentum ini juga mempertegas komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional yang berkelanjutan.
DATE
09 June 2024 - 14 June 2024