The 8th International Conference & Exhibition on Palm Oil 2024 Sukses Digelar, Bahas Masa Depan Industri Sawit Berkelanjutan
Gelaran The 8th International Conference & Exhibition on Palm Oil (ICEPO) 2024 resmi diselenggarakan dengan sukses. Acara yang digagas oleh Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) ini menjadi ajang bergengsi bagi para pelaku industri kelapa sawit nasional maupun internasional untuk membahas arah masa depan industri sawit yang berkelanjutan, efisien, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
ICEPO ke-8 tahun 2024 menjadi momentum penting setelah sempat vakum selama tujuh tahun. Terakhir kali acara ini digelar pada tahun 2017, sebelum akhirnya kembali hadir dengan semangat baru yang disebut “ICEPO Reborn”.
Ketua Umum GPPI, Delima Hasri Azahari, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ICEPO kali ini menandai kebangkitan kembali forum diskusi strategis bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor perkebunan kelapa sawit.
“ICEPO dimulai pada tahun 2010 dan terakhir digelar pada 2017. Sempat terhenti karena pandemi, dan tahun 2024 ini kami menggelarnya kembali dengan semangat baru. Karena itu, kami menyebutnya ICEPO Reborn,” ujar Delima.
Menurutnya, ICEPO tidak hanya menjadi wadah berbagi pengetahuan dan inovasi, tetapi juga forum penting untuk membahas isu-isu global yang memengaruhi industri sawit, termasuk keberlanjutan (sustainability), perdagangan karbon (carbon trading), dan komitmen menuju zero emission. Isu utama yang kami dorong dalam ICEPO adalah bagaimana seluruh stakeholder, termasuk petani sawit, tetap menjaga kelestarian planet sambil tetap memperoleh keuntungan ekonomi.
Komitmen Pemerintah dalam Mendorong Industri Sawit Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian, Prayudi Syamsuri, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus berkomitmen memperkuat sistem data dan regulasi untuk mendukung praktik keberlanjutan di sektor perkebunan sawit.
Menurut Prayudi, langkah pertama yang dilakukan adalah penguatan Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun) yang kini mencatat lebih dari 2.140 perusahaan sawit di seluruh Indonesia.
“Kami terus mendorong agar seluruh perusahaan tertib melakukan pelaporan dan pembaruan data secara berkala melalui sistem Siperibun,” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan pendataan ulang terhadap 2,5 juta pekebun sawit dengan luas lahan sekitar 6 juta hektare, melalui program Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan tata kelola perkebunan rakyat.
Lebih lanjut, Prayudi juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Dashboard Nasional Sawit yang akan mempermudah perusahaan dalam memantau perdagangan produk sawit dan turunannya secara digital.
“Kami juga sedang memperkuat sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) melalui revisi regulasi agar lebih efisien namun tetap mempertahankan prinsip keberlanjutan,” tambahnya.
Forum Strategis Global untuk Kolaborasi Industri
Sebagai forum berskala internasional, ICEPO 2024 menghadirkan beragam pemangku kepentingan dari berbagai negara, termasuk perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi lingkungan. Diskusi yang digelar mencakup topik seputar produksi sawit berkelanjutan, pengembangan teknologi pengolahan, hingga strategi global menghadapi perubahan iklim.
Acara ini juga menjadi sarana penting bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan dan membangun kolaborasi lintas sektor. Dalam pameran yang digelar bersamaan, peserta menampilkan berbagai produk, teknologi, dan inovasi terkini dalam industri kelapa sawit, mulai dari bibit unggul, sistem irigasi modern, hingga solusi digital untuk monitoring kebun sawit.
Menariknya, penyelenggaraan ICEPO 2024 juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Acara pembukaan diagendakan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, serta dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan industri sawit nasional yang berdaya saing global.
Mendorong Reputasi Indonesia sebagai Pemimpin Industri Sawit Dunia
Indonesia saat ini dikenal sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dan ICEPO menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen negara dalam menerapkan praktik industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, industri sawit Indonesia diharapkan terus berkembang dengan memperhatikan prinsip sustainability, traceability, dan circular economy.
DATE
01 January 2024 - 01 January 2025